30 Hari Kotaku Bercerita, Ayo ke Mataram!

#30HariKotakuBercerita – Daftar Panjang untuk Harapan dalam Waktu Pendek #Mataram

Sebab perjalanan bukan saja tentang hal-hal men(y)enangkan, tetapi juga upaya menambah wawasan dan kepedulian

Telah banyak cerita baru kutuliskan. Pun kisah-kisah seru yang menyertainya. Namun belum mampu membuktikan rasa cinta pada kota kelahiran keduaku ini. Masih banyak mimpi besar yang ingin kusumbangkan untuk Mataram tercinta. Dan, bukan saja sekadar melalui tulisan dan gambar. Lebih pada karya nyata. Betapa sejujurnya aku ingin ada yang terdorong mengunjungi Mataram setelah membaca ceritaku selama ini. Ada harapan bisa menumbuhkan penasaran yang pada akhirnya bermuara pada sebuah kunjungan. Terlalu muluk-muluk? Rasanya tidak. 

Mataram yang secara geografis terletak pada posisi 116’04’116’10’ Bujur Timur dan 08’33-08’38’ Lintang Selatan ini terlalu cantik untuk tidak dijadikan tujuan wisata. Sayang saja jika tidak mengunjunginya. Berlebihan? Tentu tidak. Di kota yang menjadi sentra perjalanan wisata Lombok ini, banyak terdapat objek yang layak dikunjungi. Bukan objek wisata saja, tetapi juga objek kuliner dan objek kesenian. Paket lengkap. Sebenarnya mengunjungi Kota yang memiliki motto ‘Maju, Religius, dan Berbudaya’ ini bukan hanya perihal objek-objek tersebut saja. Masih banyak sisi lain yang layak dikunjungi juga. Sisi sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan, misalnya. 

Di kota dengan luas daratan 61,30 kilometer persegi dan 56,80 kilometer persegi luas perairan ini, terdapat sisi sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan yang sangat menarik. Terutama terkait dengan perlindungan anak. Pada tahun 2014, Mataram telah mencanangkan program menuju Kota Layak Anak 2018. Tentu ini bukan tugas pemerintah kota semata. Banyak pihak terkait lainnya yang juga turut andil dalam pencapaian ini. Di dalamnya adalah masyarakat dan juga organisasi kemasyarakatan. 

Masing-masing memiliki peran yang berbeda dalam upaya terwujudnya Kota Layak Anak. Pemerintah, dengan segenap kebijakan yang berpihak terhadap kepentingan terbaik bagi anak. Masyarakat, dengan peran sertanya dalam menciptakan lingkungan ramah anak. Dan, organisasi kemasyarakatan, dengan langkah nyatanya dalam mendukung program pemerintah kota terkait perlindungan anak.

Di kota dengan masyarakat multietnis di antaranya suku Sasak, Bali, Jawa, Bugis, Melayu, dan Arab ini banyak terdapat organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang anak. Sebut saja Lembaga Perlindungan  Anak (LPA) Kota Mataram, dan LPA NTB. Dua organisasi kemasyarakatan ini sangat konsen terhadap upaya pemenuhan hak anak di kota Mataram dan NTB. Hal inilah yang merupakan peran tidak langsung dalam terwujudnya Kota Layak Anak.

LPA NTB sendiri sampai Agustus 2015 telah membantu penanganan sebanyak 135 kasus anak berbagai bentuk dan jenis. Tunggu! LPA NTB? Lembaga apa itu? Hampir semua telah tahu dan mengenal Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Anak). Namun belum banyak yang tahu kalau LPA NTB dan beberapa LPA Provinsi lainnya merupakan kepanjangan tangan di tingkat provinsi dengan garis koordinasi. 

Berdiri pada tanggal 29 Maret 2002, LPA NTB telah menjadi pusat pengaduan kasus anak. Selain itu, organisasi kemasyarakatan yang pernah memperoleh penghargaan sebagai Tiga LPA Terbaik  se-Indonesia pada tahun dari Departemen Sosial Republik Indonesia ini juga berfungsi sebagai pusat studi. Bukan saja tentang permasalahan anak, tetapi juga kebijakan. Organisasi yang beralamat di Jalan Kesehatan I Nomor 8 Pajang Timur Mataram ini sangat welcome terhadap pengunjung yang ingin berwisata sosial. 

Tentu akan banyak hal baru yang sebelumnya belum tahu. 

Sambutan hangat akan diperoleh ketika memasuki gerbang sekretariat lembaga yang memiliki visi terpenuhinya hak-hak anak di NTB ini. Suasana teduh dan tenang di gedung yang dibangun sejak tahun 2008 tersebut akan langsung terasa. Sebuah berugaq (gazebo) di halaman samping cocok untuk melepas lelah setelah menjelajah.

  

Wisata apa yang bisa dilakukan di LPA NTB? Wisata sosial kemasyarakatan pastinya. Banyak pengalaman baru dan cerita seru terkait perlindungan anak akan diperoleh di sini. Cerita tentang penanganan kasus anak, cara mendidik anak, bantuan hukum bagi anak, kisah kelam maupun bahagia anak-anak NTB, dan masih banyak kisah penambah wawasan dan kepedulian lainnya. Bagi yang suka membaca atau membutuhkan referensi, bisa menjelajah ruang perpustakaannya atau berdiskusi dengan tim. Tentang apa saja. Dengan peningkatan wawasan, kepedulian bersama untuk berbagi dalam kegiatan sosial tentang perlindungan anak pun sedikit demi sedikit akan tergugah.

  

Saat ini, LPA NTB telah memiliki banyak jaringan dan mitra kerja. Beberapa di antaranya adalah LPA Kabupaten/Kota di seluruh wilayah NTB. Salah satunya adalah LPA Kota Mataram. Bersama LPA Kota Mataram dan pemerintah kota, LPA NTB bersinergi mendukung upaya mewujudkan Mataram sebagai Kota Layak Anak. Terutama dalam hal penanganan berbagai kasus anak. Tentu selanjutnya ini menjadi amanah bagi seluruh masyarakat kota Mataram untuk meningkatkan kualitas Kota Layak Anak. 

Guna peningkatan kualitas ini diperlukan langkah lebih nyata dari pemerintah kota beserta seluruh elemen masyarakat. Beberapa langkah yang diharapkan dapat dilakukan oleh pemerintah kota Mataram dalam waktu pendek ini tercantum dalam daftar panjang berikut ini yang mungkin saja terlupakan dalam penyusunan program.

  1. Hak untuk mendapatkan kesehatan. Bukan saja pada kemudahan akses dan ketersediaan sarana dan prasarana kesehatan yang berpihak pada anak saja. Namun Pemerintah Kota Mataram diharapkan segera membuat sistem penanggulangan sampah berbasis masyarakat yang terlihat menumpuk di beberapa titik. Misalnya, di sepanjang jalan Adi Sucipto, jalan baru Monjok, dan juga pantai Penghulu Agung. Sehingga akan bisa seperti bekas pembuangan sampah di dekat SMA Negeri 7 Mataram yang baru saja dibenahi. Keberadaan sampah tentu akan berdampak buruk terhadap kesehatan calon generasi penerus kota Mataram. Pun masalah kotoran kuda yang berserakan di jalan. Pemerintah kota hendaknya segera melakukan langkah nyata pada kusir cidomo;   
  2. Hak untuk bermain. Berharap pemerintah kota Mataram segera memperbaiki sarana bermain anak-anak yang ada di beberapa tempat. Misalnya, di Taman Sangkareang, Taman Air Loang Baloq, dan Ruang Terbuka Hijau Selagalas. Hal ini terlihat sederhana, tetapi sangat berperan dalam menciptakan anak-anak yang bahagia;   
  3. Hak untuk mendapatkan pendidikan. Saat ini Pemerintah Kota Mataram telah menyelenggarakan sekolah inklusi bagi ABK. Namun pendidikan bukan seperti itu saja. Ke depannya, juga diharapkan merencanakan pembangunan atau dukungan peningkatan kualitas taman baca yang ada di ruang publik agar inklusif juga;   
  4. Hak untuk mendapatkan peran dalam pembangunan. Salah satu kegiatan andalan kota Mataram adalah Pemilihan Terune dan Dedare Mataram. Pada beberapa kegiatan yang diselenggarakan banyak diikuti oleh pelajar SMA berusia di bawah 18 tahun dan masuk kategori disebut anak. Kegiatan ini akan lebih positif bagi anak jika ada penambahan pembekalan keterampilan menulis. Kenapa? Dengan bekal keterampilan ini, anak peserta kegiatan bisa berekspresi dalam mempromosikan kota Mataram melalui tulisan sekaligus berperan dalam pembangunan kota Mataram;
  5. Hak untuk mendapatkan makanan. Pemerintah kota Mataram diharapkan memperketat regulasi tentang izin mendirikan bangunan. Saat ini banyak area persawahan yang telah berubah menjadi bangunan. Bahkan menanam padi bisa saja tumbuh beton. Hal ini juga diperparah dengan alih fungsi sawah yang berujung pada banyaknya ruko mangkrak di beberapa titik kota. Untuk bisa tumbuh kembang secara wajar, anak membutuhkan pendukung. Salah satunya adalah makanan yang cukup. Berkurangnya area persawahan di wilayah kota Mataram tentu akan berdampak buruk pada ketersediaan bahan makanan pokok yang penting bagi tumbuh kembang anak;
  6. Hak untuk rekreasi. Guna pemenuhan hak anak ini, Pemerintah Kota Mataram diharapkan meningkatkan kualitas objek wisata yang ada. Bisa dilakukan dengan menyediakan sarana rekreasi dan hiburan yang aman dan nyaman untuk anak-anak. Bisa saja berupa pembangunan rumah dongeng  dan pembuatan jalur khusus Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di beberapa pusat rekreasi dan hiburan. Atau setidaknya dibangun stan sederhana untuk sosialisasi dan konsultasi tentang hak anak;
  7. Hak untuk mendapatkan kesamaan. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kota Mataram mulai memikirkan tentang program inklusi di lingkup pemerintahan. Selain pembuatan jalur khusus Anak yang Berkebutuhan di kantor dinas/instansi, juga memberikan kesempatan yang sama dan kemudahan bagi ABK yang bersekolah untuk magang.
  8. Hak untuk mendapatkan perlindungan. Pemerintah Kota Mataram diharapkan bisa meningkatkan pelayanan dan penanganan kasus anak yang terjadi di kota Mataram. Baik pencegahan maupun penanganan berbasis masyarakat;
  9. Hak untuk mendapatkan nama. Pemerintah Kota Mataram melalui desa sebagai unit terkecil pemerintahan memberikan himbauan melalui kegiatan keagamaan untuk memberikan nama yang baik bagi anak;
  10. Hak untuk mendapatkan status kebangsaan. Hak ini tercermin dari kepemilikan akta kelahiran. Bisa dilakukan dengan melalui pendekatan adat/tradisi yang berlaku di masyarakat. Pemerintah kota menginstruksikan kepada pihak lingkungan untuk menyebarluaskan informasi tentang arti penting kepemilikan akta kelahiran saat acara ngurisan atau tradisi lainnya.

Tentu harapan-harapan tersebut tidak bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Mataram sebagai single fighter.  Dibutuhkan kerjasama dengan organisasi masyarakat. Dan, organisasi masyarakat tidak bisa bekerja optimal tanpa dukungan dan peran serta masyarakat. Bisa dengan berbagi pemikiran ataupun pembiayaan. 

Semoga daftar panjang untuk harapan dalam waktu pendek tersebut dapat direalisasikan. Hingga ke depannya Mataram bisa benar-benar menjadi Kota Layak Anak. Jika ini tercapai, maka wisata sosial kemasyarakatan dan kemanusiaan di lembaga peduli anak serta wisata lainnya akan semakin bermakna. Dan, tentunya aman dan nyaman untuk anak sebagai individu bagian dari anggota keluarga.

Ingin berwisata yang men(y)enangkan sekaligus menambah wawasan tentang kemanusiaan?

Ayo ke Mataram!

– mo –

    Advertisements